Menjelang Iduladha 2025, Pemerintah Maroko mengimbau warganya untuk mempertimbangkan tidak melakukan penyembelihan hewan kurban. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap krisis iklim yang berkepanjangan dan wabah penyakit hewan yang masih mengancam sejumlah wilayah di negara tersebut.

Melalui Kementerian Pertanian dan Urusan Agama, pemerintah menyampaikan bahwa populasi ternak menurun drastis akibat musim kemarau panjang dan kelangkaan pakan. Mereka menilai, jika masyarakat tetap memaksakan diri membeli hewan kurban, maka risiko penyebaran penyakit seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK) akan meningkat.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan aspek kesehatan, keselamatan hewan, dan stabilitas ekonomi keluarga. “Kami tidak melarang ibadah kurban, tapi kami mengajak masyarakat mempertimbangkan kondisi saat ini secara bijak,” ujar juru bicara Kementerian Pertanian.

Sebagai alternatif, Pemerintah Maroko mendorong warganya untuk menjalankan semangat berkurban dengan cara lain, seperti bersedekah kepada alternatif medusa88  fakir miskin atau menyumbang melalui program-program sosial yang dikelola negara. Mereka juga menyiapkan bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu sebagai bentuk pengganti distribusi daging kurban.

Beberapa tokoh agama di Maroko turut mendukung imbauan ini. Mereka menegaskan bahwa Islam mengajarkan fleksibilitas dalam menjalankan ibadah, terutama jika situasi mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Langkah pemerintah ini memicu berbagai reaksi. Sebagian warga mendukung karena melihat manfaat jangka panjangnya, sementara sebagian lain merasa kehilangan momen penting Iduladha. Meski demikian, pemerintah tetap berharap masyarakat memahami konteks keputusan ini demi kebaikan bersama.

By admin